Breaking News

DT Bak Sambung tidak Boleh Mengangkut Timbunan Di Jalur Desa Gapuk.

 

Lombok Barat NTB, Clickfakta.com - Perusahaan Dum Truck Pengangkut Tanah  Uruk seharusnya mengikuti aturan sesuai dengan mekanisme aturan yang berlaku, yang dimana jalan yang di lalui tidak sesuai beban jalan.

Koalisi Enam Sekawan yang di ketua oleh Ahmad Wasiatul Quroni (AWQ), mengatakan bahwa angkutan Truck Pengangkut Tanah tersebut seharusnya tidak boleh karena sudah jelas Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 21 Tahun 2019 tentang Pengawasan terhadap Mobil Barang atas Pelanggaran Muatan Lebih (Over Loading) atau Pelanggaran Ukuran Lebih (Over Dimension).

Kami juga meminta pihak Lantas Lobar dan Dishub Kabupaten Lombok Barat untuk menindak tegas ketika ada hal seperti ini, kalau tetap saja di biarkan begini, kemana aturan dan Undang-Undang di buat, ungkapnya. 

Silahkan para penguasa transportasi menjalankan usahanya tetapi jangan ada sambungan bak nya karena jalur yang di lalui tidak sesuai dengan beban muatan, salah satu jalan yang di lalui yaitu jalur Desa Gapuk, dengan kondisi jalan bergelombang akibat tidak sesuai dengan muatan dan ukuran bak Truck yang di sambung. 

Dugaan Kami (Ketua Koalisi Enam Sekawan) bagaimana pihak penguji bisa meloloskan ketika uji KIR kelayakan kendaraan atas hal-hal teknis kendaraan di Dishub kabupaten/Kota bisa meloloskan hal tersebut, apakah ada sesuatu!!! 

Menurut Kades Gapuk Nurdin di konfirmasi mengatakan bahwa kami dan warga tidak setuju dengan Dum Truk yang bak truknya di sambung melebihi kapasitas jalan, kalau DT normal silahkan melewati jalur kami, ungkapnya. 

Kami sudah memanggil pihak pemilik timbunan Galian C yang ada di beberapa Desa Gapuk supaya mengganti DT bak yang di sambung  menjadi DT yang normal, supaya jalur yang di lalui sesuai dengan kapasitas beban jalan, kalau terus menjalankan pengangkutan menggunakan DT bak yang di rubah maka kami akan menyetop semua DT yang di sambung. 

Dan kami sampaikan tegas di semua pemilik lokasi galian C, karena ada ketakutan, bahwa jalur yang masyarakat kami lalui rusak total, apa lagi kalau dalam jangka panjang, tutupnya.


(Clickfakta.com/AM) 

0 Komentar

 


 



Advertisement

Type and hit Enter to search

Close